WUJUDKAN DESA SEHAT BEBAS TBC, PEMDES KERTAJAYA GELAR PENYULUHAN BERSAMA PUSKESMAS GANDRUNGMANGU II

Baner

KERTAJAYA, Pemerintah Desa Kertajaya, Kecamatan Gandrungmangu, sukses menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan dan penanganan penyakit menular Tuberkulosis (TBC). Acara yang berlangsung di Balai Desa Kertajaya pada hari Selasa, 5 Mei 2026 dihadiri oleh puluhan warga yang antusias untuk memahami lebih jauh tentang bahaya dan cara pencegahan penyakit tersebut.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Desa dengan fasilitas kesehatan setempat, dengan menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Gandrungmangu II.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Kertajaya yang menekankan pentingnya kesadaran kolektif warga dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mengenali gejala penyakit menular sejak dini. Dalam sambutannya, beliau menyamapaikan “puji syukur kita bisa berkumpul hari ini untuk mendapatkan ilmu yang sangat berharga. Saya selaku Kepala Desa sangat mengapresiasi kehadiran Bapak/Ibu sekalian. TBC ini adalah ancaman nyata jika kita abai terhadap kebersihan dan sirkulasi udara di rumah. Saya ingin menekankan satu hal: TBC bukanlah penyakit keturunan, dan bukan pula penyakit kutukan. Penyakit ini menular, tapi bisa disembuhkan. Saya mengimbau kepada seluruh warga Kertajaya, jika ada keluarga atau tetangga yang mengalami gejala, jangan dikucilkan. Hapus stigma buruk itu. Justru kita harus merangkul, memotivasi, dan mendampingi mereka agar mau berobat secara rutin ke Puskesmas. Mari kita bersama-sama wujudkan Kertajaya yang bersih, sehat, dan bebas dari TBC!"

Sesi utama diisi oleh Bapak Mahmud, selaku tenaga ahli di bidang penyakit menular dari Puskesmas Gandrungmangu II. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan mudah dipahami, beliau memaparkan seluk-beluk penyakit TBC agar warga tidak lagi salah kaprah.

Berikut adalah poin-poin utama dari materi yang disampaikan oleh Bapak Mahmud:

-              Apa itu TBC dan Cara Penularannya:

TBC (Tuberkulosis) disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini paling sering menyerang paru-paru. Penularannya terjadi melalui udara (droplet) ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara tanpa menutup mulut, yang kemudian terhirup oleh orang sehat di sekitarnya.

-              Gejala TBC yang Patut Diwaspadai:

    *   Batuk berdahak terus-menerus selama 2 minggu atau lebih.

    *   Dada terasa sesak dan nyeri.

    *   Berkeringat di malam hari meskipun tidak melakukan aktivitas.

    *   Demam meriang berkepanjangan.

    *   Nafsu makan menurun drastis yang disertai penurunan berat badan.

-               Cara Pencegahan di Lingkungan Rumah:

Bapak Mahmud sangat menekankan pentingnya ventilasi udara. "Kuman TBC itu sangat takut dengan sinar matahari. Jadi, Bapak/Ibu, pastikan jendela rumah dibuka setiap pagi agar cahaya matahari dan udara segar bisa masuk," jelasnya. Selain itu, warga diedukasi mengenai Etika Batuk, yaitu menutup mulut menggunakan lengan dalam baju atau tisu saat batuk.

-              Penanganan dan Pengobatan:

Jika ada warga yang mengalami gejala tersebut, Bapak Mahmud meminta agar mereka segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan dahak dan pengobatan TBC di Puskesmas diberikan secara *GRATIS. Penderita akan diberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang harus diminum secara rutin tanpa terputus selama **minimal 6 bulan* hingga dinyatakan sembuh total.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Kertajaya terkait kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit menular semakin meningkat, sehingga angka penularan TBC di wilayah Kecamatan Gandrungmangu dapat terus ditekan.


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin